Plagiarims Policy

SELIDIK: Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan rejects all forms of plagiarism and is committed to maintaining academic integrity and publication ethics. All submitted manuscripts are subject to plagiarism screening using Turnitin.

A manuscript is considered to have an excessive similarity level if the overall similarity score exceeds 25% after the appropriate filters have been applied. Manuscripts that exceed this threshold may be returned to the authors for revision or rejected by the editorial team, depending on the nature and extent of the similarities identified. The editorial team also examines the context of the similarities, since a similarity score alone does not automatically establish plagiarism.

What Is Plagiarism?

Plagiarism is the use of another person's ideas, words, statements, data, or written work without proper acknowledgment of the original source. It constitutes a violation of academic integrity and publication ethics.

Forms of Plagiarism

Plagiarism includes, but is not limited to:

  1. Quoting words, phrases, or sentences without proper citation or acknowledgment of the source.

  2. Using data, information, or statements from another source without adequate attribution.

  3. Using another person's ideas, opinions, arguments, or theories without acknowledging the original source.

  4. Paraphrasing another person's work without citing the source.

  5. Submitting work produced or previously published by another person as one's own.

  6. Reusing one's own previously published work without appropriate acknowledgment where required.

What Must Be Cited?

Authors must acknowledge the original sources of:

  • Ideas, arguments, and intellectual contributions obtained from others.

  • Paraphrased ideas or statements.

  • Direct quotations, whether short or extensive.

  • Data, figures, tables, images, and other materials obtained from external sources, where applicable.

How to Avoid Plagiarism

Authors are expected to:

  • Cite all sources appropriately and consistently.

  • Use a reference management application, such as Mendeley, Zotero, or EndNote, where helpful.

  • Provide citations for paraphrased material as well as direct quotations.

  • Clearly distinguish their own analysis from the ideas and arguments of other authors.

  • Check their manuscripts for similarity before submission, where possible.

Handling Suspected Plagiarism

When potential plagiarism is identified, the editorial team evaluates the manuscript and the nature of the similarities. Depending on the findings, the editorial team may request clarification or revision, return the manuscript, or reject it. Cases involving serious publication ethics violations may be handled in accordance with the journal's publication ethics policies.


Kebijakan Plagiarisme

SELIDIK: Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan menolak segala bentuk plagiarisme dan berkomitmen menjaga integritas akademik serta etika publikasi. Seluruh naskah yang masuk diperiksa menggunakan Turnitin.

Naskah dinyatakan memiliki tingkat kemiripan yang melampaui batas apabila skor kemiripan keseluruhan melebihi 25% setelah filter yang sesuai diterapkan. Naskah yang melampaui batas tersebut dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki atau ditolak oleh tim editor, bergantung pada sifat dan tingkat kemiripan yang ditemukan. Tim editor juga memeriksa konteks kemiripan karena skor kemiripan saja tidak secara otomatis membuktikan adanya plagiarisme.

Apa Itu Plagiarisme?

Plagiarisme adalah penggunaan gagasan, kata-kata, pernyataan, data, atau karya tulis orang lain tanpa mencantumkan sumber aslinya secara layak. Tindakan ini merupakan pelanggaran terhadap integritas akademik dan etika publikasi.

Bentuk-Bentuk Plagiarisme

Plagiarisme mencakup, tetapi tidak terbatas pada:

  1. Mengutip istilah, kata, atau kalimat tanpa mencantumkan sumber secara memadai.

  2. Menggunakan data, informasi, atau pernyataan dari sumber lain tanpa atribusi yang tepat.

  3. Menggunakan gagasan, pendapat, argumen, atau teori orang lain tanpa mengakui sumber aslinya.

  4. Memparafrasekan karya orang lain tanpa mencantumkan rujukan.

  5. Menyerahkan karya yang dihasilkan atau telah diterbitkan oleh orang lain sebagai karya sendiri.

  6. Menggunakan kembali karya sendiri yang telah diterbitkan tanpa pengakuan yang semestinya apabila diperlukan.

Apa Saja yang Harus Diberi Rujukan?

Penulis wajib mencantumkan sumber asli untuk:

  • Gagasan, argumen, dan kontribusi intelektual yang berasal dari orang lain.

  • Gagasan atau pernyataan yang diparafrasekan.

  • Kutipan langsung, baik pendek maupun panjang.

  • Data, gambar, tabel, ilustrasi, dan materi lain yang berasal dari sumber eksternal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cara Menghindari Plagiarisme

Penulis diharapkan untuk:

  • Mencantumkan seluruh sumber secara tepat dan konsisten.

  • Menggunakan aplikasi pengelola referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote jika diperlukan.

  • Memberikan rujukan untuk parafrasa maupun kutipan langsung.

  • Membedakan secara jelas analisis pribadi dari gagasan dan argumen penulis lain.

  • Memeriksa tingkat kemiripan naskah sebelum pengiriman, jika memungkinkan.

Penanganan Dugaan Plagiarisme

Apabila ditemukan indikasi plagiarisme, tim editor mengevaluasi naskah dan sifat kemiripan yang ditemukan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, editor dapat meminta klarifikasi atau perbaikan, mengembalikan naskah, atau menolaknya. Kasus pelanggaran etika publikasi yang serius dapat ditangani sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal.